PEMBENTUKAN UPZ DESA SENGKOL

SOSIALISASI

202208030403ekMX5IkxKmPrsPirJTaaHkGeDrkgJWcLGvhE9B84.webp
Bulan kemerdekaan menjadi awal mula pembentukan UPZ Desa Sengkol, Kecamatan Pujut kab. Lombok Tengah. Berawal dari keinginan untuk memaksimalkan pelayanan dan kemakmuran masyarakat yang ada di desanya, membuat Kepala Desa Sengkol yakni Bapak Satria Wijaya dan tokoh masyarakat disana memutuskan untuk membentuk UPZ (Unit Pengumpul Zakat) Desa Sengkol. tepat pada tanggal 1 Agustus 2022 pengukuhan sekaligus pelantikan UPZ desa sengkol dilaksanakan. Wakil Ketua 1 BAZNAS Lombok Tengah yakni TGH. L. Mala Sar’I, S.Ag., Lc memimpin langsung  pengukuhan tersebut. 3 (Tiga) orang yang menjabat sebagi pengurus inti UPZ Desa Sengkol yang terdiri dari Ketua yang bernama Nursama, S.Pd.I, Sekretaris Sudiono Nata Akbar, M.Pd dan Bendahara Man, SE. Diharapkan mampu membangkitkan gairah dan kesadaran masyarakat dalam mengeluarkan Zakat, Infaq dan Sedekahnya.
Dalam acara pelantikan ini, hadir pula Direktur Bank NTB Syariah Cabang Praya yakni L. Purnawan, dalam kesempatan ini beliau menegaskan komitmennya  dalam bersinergi dengan lembaga resmi pemerintah BAZNAS kab. Lombok Tengah yang bertugas mengelola Zakat, Infaq dan Sedekah. Turut hadir pula dari pihak Kecamatan Pujut yang memiliki harapan besar dengan terbentuknya UPZ sengkol ini.
Lebih lanjut TGH. L. Mala Sar’I, S.Ag., Lc menceritakan UPZ Kateng yang baru beberapa bulan terbentuk namun sudah  bisa mengelola Zakat Pertanian yang memiliki potensi yang luar biasa jika dikelola dengan baik. TGH. L. Mala Sar’I, S.Ag., Lc mengatakan “UPZ ini merupakan langkah awal untuk memakmurkan Desa sengkol, karena Zakat merupakan ibadah wajib dan jika tidak dilaksanakan tentu akan berdosa. Sehingga untuk Zakat ini sendiri boleh kita memaksakan orang yang sudah mampu berzakat untuk mengelurkan Zakatnya. Lebih-lebih sekarang sudah ada UPZ yang dibentuk”.
Tokoh masyarak yang ada di Desa Sengkol mengaku minimnya pengetahuan terkait kewajiban Zakat dirasa membuat kurangnya antusias masyarakat dalam membumikan Zakat itu sendiri. Terlebih pemahaman dimasyarakat hanya mengetahui Zakat Fitrah yang hanya dikeluarkan 1 tahun sekali yakni pada bulan Ramadhan. Pembentukan UPZ ini diharapkan menjadi kilas balik kebangkitan kejayaan perekonomian umat islam. 
Dalam rancangannya UPZ Desa Sengkol akan memetakan wilayahnya menjadi 7 sampai 8 zona pemetaan Zakat yang bisa dikelola. Diharapkan pemetaan ini bisa memudahkan UPZ dalam melihat potensi dan sumber-sumber Zakat yang ada disana. Di penghujung kegiatan L. Heru Hadibrata S.H selaku tim pengumpulan yang nantinya akan mendampingi UPZ Desa Sengkol dalam menjalankan tugas, fungsi dan tanggung jawabnya berpesan bahwa Keterlibatan semua pihak dalam mendukung dan mensukseskan kinerja dari UPZ ini sangat menentukan keberhasilan dari UPZ itu sendiri. Mengingat UPZ Desa Sengkol baru terentuk tentu akan tetap dikontrol dan di arahkan oleh tim pengumpulan dari BAZNAS kab. Lombok tengah. 

Klik untuk share postingan ini

Share