LPKA Kelas II Lombok Tengah Siap Bersinergi Dengan BAZNAS Lombok Tengah

SOSIALISASI

post-images/4m6UNJxznBNYr49Bbo220ow6r9iRMXdVcQObVNcw.webp
Kamis, 4 November 2022, Tim Pengumpulan BAZNAS Kabupaten Lombok Tengah menghadiri undangan sosialisasi dari Lembaga Pembinaaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Lombok Tengah. Kesempatan tersebut tentu menjadi momen yang baik untuk BAZNAS Lombok Tengah untuk membahas dan mendiskusikan tentang Zakat. Sasaran sosialisasi kali ini menyentuh semua pegawai yang ada disana. 
 
Tepat pada pukul 9:30 wita, sosialisasi dimulai di Ruangan Aula Lembaga Pembinaaan Khusus Anak Kelas II Lombok Tengah. Sambutan ramah dari Bapak Yuliadin selaku yang mewakili Kepala LPKA sangat menyentuh bagi seluruh peserta, karena berkat perjuangan beliau dalam menggaungkan zakat di lingkungan kerjanya, sehingga BAZNAS Lombok Tengah akhirnya diberikan kesempatan untuk datang menjelasakn secara lebih luas terkait dengan zakat. 
 
Perwakilan BAZNAS Kabupaten Lombok Tengah yakni Ust. Sapoan, S.Pd.I selaku Wakil Ketua IV  BAZNAS Lombok Tengah membuka tausiahnya untuk mengkaji lebih dalam perintah tentang zakat. Sebagaimana kita ketahui bahwa banyak masyarakat yang masih mengira bahwa zakat hanya dikeluarkan ketika bulan Ramadhan, Zakat fitrah yang umum kita dengar dan rutin kita lakukan pada bulan puasa. 
 
“Zakat yang merupakan rukun islam yang ke 3 tidak bisa kita lalaikan, meski pembahasan mengenai zakat masih tabu dan jarang diperdalam, terlebih kita hanya mengetahui zakat yang umum saja seperti zakat fitrah. Oleh karenanya penting kaitannya kita harus mengetahui jenis zakat, nishab, kadar dan waktu dibayarkannya zakat itu sendiri.” Ujar Ust. Sapoan.
 
Penjelasan Ust. Sapoan tesebut sontak menyedot perhatian para peserta sosialisasi. Tidak sedikit yang menanyakan tentang nishab dan perhitungan zakatnya. Munawar salah satunya, beliau menanyakan berapa zakat profesi yang harus ia keluarkan jika penghasilannnya Rp 5.000.000,-. Lalu ada pula Irfan yang menanyakan bagaimana dengan yang gajina sudah sesuai nishab tapi memiliki tanggungan atau cicilan hutang. Pertanyaan terakhir dari pak Puska yang menanyakan kewajinban zakat fitrah dari anak-anak binaan menjadi tanggungan siapa.
 
Alhamdulillah mendegar pertanyaan demi pertanyaan dari peserta sosialisasi sontak membuat tim BAZNAS Lombok Tengah semakin bersemangat. Pertanyaan yang dilontarkan menunjukkan rasa ingin tahu tentang zakat dan kesadaran dalam berzakat. “Berdasarkan aturan  baik aturan pemerintah maupun aturan dalam agama untuk jenis zakat profesi / penghasilan nishabnya dianalogikan seperti nishab gabah dalam sekali panen yakni sebesar 653 kg dengan harga perkilonya  Rp 4.000,- sehingga jika diuangkan bernilai Rp 2.612.000,- dengan kadar 2,5 %, sedangkan waktu dikeluarkannya setiap menerima gaji dan sebelum dipotong cicilan”. Sementara untuk kewajiban zakat fitrah anak-anak binaan yang ada disana, bisa dilakukan secara swadaya, artinya kita bisa bergotong royong. Teknik yang disampaikan BAZNAS Lombok Tengah yakni semisal Bapak Puska akan menunaikan zakat fitrahnya ke anak A kemudian setelah anak A mendapat zakat fitrah tersebut, ia bisa membayar zakat fitrahnya ke anak B, begitu seterusnya sampai semua anak binaan membayar zakat fitrahnya. Dengan cara seperti inilah maka lebur sudah kewajiban mereka dalam membayar Zakat fitrahnya. Sehingga kekahawatiran dari para pegawai yang ada disana pun bisa teratasi. 
 
Dilain sisi BAZNAS Kabupaten Lombok Tengah mengambil banyak sekali pelajaran dari cerita spiritual yang dirasakan oleh bapak Yuliadin. Semenjak Ia mengeluarkan zakatnya banyak hal-hal yang tidak pernah Ia bayangkan bisa Ia dan keluarganya raih. Alhamdulillah ketika kejuaraan PON anaknya berhasil mendapatkan medali emas, dan berkat prestasinya itulah ia berhasil meraih cita-citanya. Selain itu berkat prestasi anaknya dan hadiah yang diraih, tanpa disangka Ia dan istri didaftarkan haji oleh anaknya tersebut. kebahagiaan yang tidak pernah disangka sangka Ia rasakan, dan Ia percaya bahwa apa yang Ia dapatkan tidak terlepas dari kewajiban zakat profesi yang telah Ia keluarkan beberapa tahun terakhir. Dan Ia percaya bahwa perhitungan Allah tidak bisa kita hitung dengan logika. Niat yang ihlas dan hati yang tunduk atas perintah dan ketentuan Allah tentu akan menjadikan hidup kita lebih bermakna. 
 
Cerita tersebut menjadi motivasi dan penutup sosialisasi BAZNAS Kabupaten Lombok Tengah. selanjutnya pegawai LPKA yang bertugas akan mendata pegawai yang sudah memiliki kewajiban dalam berzakat. Sehingga Insya Allah dalam waktu dekat, sinergi BAZNAS Kabupaten Lombok Tengah dengan Lembaga Pembinaaan Khusus Anak Kelas II Lombok Tengah bisa tertuang dalam Perjanjian Kerja Sama seperti yang telah dilakukan RUTAN Kelas II B Praya.
 

Klik untuk share postingan ini

Share