PENDISTRIBUSIAN BANTUAN MODAL USAHA BAKULAN TAHAP II


Kamis, 19 Januari 2020 Baznas Lombok Tengah melakukan pendistribusian kepada pedagang bakulan yang menjadi binaannya. Acara yang berlangsung di aula Baznas Lombok Tengah tersebut dihadiri oleh 75 pedagang yang berasal dari beberapa dusun, seperti Dusun Are Bile (30) dan Bodak Rau (9), Desa Montong Terep, Kecamatan Praya serta Dusun Dasan Baru (36), Desa Murbaya, Kecamatan Pringgarata. Pendistribusian ini merupakan pemberian modal usaha tahap kedua yang merupakan lanjutan dari tahap pertama. Artinya, para pedagang tersebut sudah mendapatkan bantuan dari Baznas Lombok Tengah dan dinyatakan memenuhi syarat untuk melanjutkan pembinaan ke tahap kedua.
Pemberian modal usaha bakulan merupakan salah satu program Baznas Lombok Tengah yang bertujuan untuk membantu para pelaku ekonomi (pedagang) kecil dalam mengembangkan usahanya. Program ini menyasar usaha mikro kecil dan menengah yang tersebar di Kabupaten Lombok Tengah dengan menggandeng Pemerintah Desa dan Kelurahan. Untuk meningkatkan kesejahteraan secara berkesinambungan, maka penyaluran bantuan modal usaha tersebut dilaksanakan secara bertahap dan setiap tahap memilki jangka waktu selama satu tahun. Tahap pertama sebesar Rp. 500.000, tahap kedua sebesar Rp. 1.000.000, dan tahap ketiga sebesar Rp. 2.500.000.
Penyaluran bantuan ini diberikan satu kali dalam setahun dan pada akhir tahap akan dilakukan evaluasi oleh Baznas Kabupaten Lombok Tengah untuk menentukan apakah usaha yang diberikan bantuan tersebut sudah memenuhi kriteria untuk ke tahap selanjutnya atau belum. Program ini diharapkan mampu meningkatkan perekonomian, usaha, serta kemandirian masyarakat. Bahkan, mereka yang awalnya sebagai mustahik bisa menjadi muzakki dan menjadi inspirasi masyarakat di sekitarnya.
Berbagai tanggapan saat kami menanyakan kesan mengenai program ini. Salah satunya Bu Nurul Hidayah, salah seorang pedagang binaan asal dusun Bodak Rau mengakui bahwa perkembangan usahanya cukup meningkat semenjak mendapatkan bantuan modal usaha dari Baznas Lombok Tengah. Sebelumnya, ia hanya berjualan makanan ringan di sekolah. Namun, semenjak mendapatkan tambahan modal usaha tersebut, ia bisa mengembangkan usahanya di rumah dengan berjualan keperluan sehari-hari, seperti beras, gula dan lain lain.
Akan tetapi, saat menjalankan usahanya ia juga mendapatkan beberapa kendala. Salah satunya adalah harga barang pokok yang tidak menentu. Selain itu, banyaknya pedagang lain yang meniru dagangannya juga menjadi salah satu kendala yang dialami olehnya. “ Kadang kadang, pedagang lain meniru dagangan kita pak. Misalnya, kita jual gorengan, mereka pun ikut jualan yang kita jual” Tuturnya saat ditanyakan perihal kendala yang dialami.
Di sisi lain, Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Lombok Tengah, Ustadz Ma’arif Abdul Madjid menyampaikan pesan kepada para pedagang binaan tersebut agar sebagian keuntungan dari usahanya tersebut untuk ditabung. Hal tersebut bertujuan agar uang dari hasil tabungan tersebut bisa digunakan saat ada keperluan penting yang bersifat mendadak. Selain itu, ia juga berpesan agar para pedagang tersebut menjalankan usahanya lebih teratur. Salah satunya dengan mencatat semua pengeluaran dan pemasukan setiap bulan. Menurutnya, hal tersebut akan mempermudah untuk melakukan evaluasi terhadap usaha yang dijalankan. “ Usaha dagangan ibu-bapak akan sulit berkembang kalau pelungguh tidak mencatat pemasukkan dan pengeluaran setiap bulan” Tuturnya saat memberikan sambutan.

Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Lombok Tengah, Ustadz Ma’arif Abdul Madjid saat memberikan sambutan dalam acara pendistribusian tambahan modal usaha tahap II

SemestaKebajikanZakat

Posted by Humas BAZNAS Lombok Tengah

Please follow and like us:

Post Author: Baznas Lombok Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *