PEMBERIAN INSENTIF GURU AGAMA BINAAN BAZNAS LOMBOK TENGAH

Alhamdulillah pada hari Jumat sampai Selasa (15-20 Januari 2021), BAZNAS Lombok Tengah kembali memberikan insentif kepada guru-guru agama binaannya. Pemberian insentif ini merupakan salah satu bagian dari Program Tastura Iman dan Taqwa, yaitu sebuah program BAZNAS Lombok Tengah dalam bidang keagamaan yang bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang religius.

BAZNAS Lombok Tengah saat memberikan insentif guru agama binaannya, Jumat-Selasa (15-20 Januari 2021)

Sebelum pemberian insentif, para guru binaan tersebut diberi pengarahan oleh pimpinan BAZNAS Lombok Tengah, yaitu TGH Fakhruddin selaku Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan serta Ustadz Ma’arif Abdul Madjid selaku Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat.

Dalam pemaparaannya, TGH Fakhruddin menyampaikan agar para guru binaan tersebut berperan lebih aktif dalam mengkampanyekan pembayaran zakat melalui amil, baik melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di desa masing-masing, maupun datang langsung ke kantor BAZNAS Lombok Tengah. Ia juga menjelaskan bahwa dari hasil kajian yang dilakukan olehnya, potensi zakat yang terdapat dalam setiap desa di Kabupaten Lombok Tengah bisa mencapai lebih dari 1 milyar pertahun.

Menurutnya, potensi zakat yang sangat besar tersebut menjadi tugas bagi semua kalangan agar teralisasi. Jika potensi yang sangat besar tersebut tak bisa direalisasikan, maka yang akan mengalami kerugian adalah masyarakat itu sendiri. Pasalnya, potensi zakat itu merupakan salah satu bagian dari nikmat Allah yang seharusnya bisa dimaksimalkan demi kesejahteraan masyarakat.

Senada dengan TGH Fakhruddin, Ustadz Ma’arif Abdul Madjid yang merupakan Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan juga menyampaikan kepada mereka guru-guru binaan tersebut untuk selalu mengkampanyekan zakat. Sosialisasi atau kampanya tersebut bisa diselipkan di setiap pengajian atau kajian yang mereka adakan di tengah-tengah masyarakat. Dalam penyampaiannya, ia mengatakan bahwa dana Zakat, Infak dan Shadaqah (ZIS) yang masuk melalui BAZNAS Lombok Tengah manfaatnya akan kembali kepada masyarakat. Oleh karena itu, ia meminta agar bersama-sama menggaungkan zakat di Kabupaten Lombok Tengah demi kebaikan dan kesejahteraan masyarakat itu sendiri.

Setelah penyampaian arahan oleh pimpinan, beberapa staf  BAZNAS Lombok Tengah mengevaluasi kinerja para guru binaan tersebut terkait hasil didikannya. Jika tidak memenuhi ekpektasi serta ketentuan yang ditentukan, maka BAZNAS Lombok Tengah tidak segan-segan memutus kontrak atau berhenti memberikan insentif kepada mereka. Hal tersebut bertujuan agar para guru binaan tersebut mempunyai keseriusan dalam mengajar dan mendidik para peserta didiknya.

              Dari data yang kami peroleh, sudah cukup banyak diantara para peserta didik yang sudah menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an. Tak sedikit juga dari mereka yang akan segera menyelesaikan hafalannya secara menyeluruh (calon hafizh). Terkait Nahwu Sharaf, terdapat diantara beberapa peserta didik yang sudah mampu membaca kitab-kitab kuning (tanpa harakat) dengan cukup baik. Sedangkan yang lainnya masih menuju proses yang sama.

Dengan program ini, diharapkan mampu menghasilkan pribadi yang religius dan mampu menghafal Al-Qur’an serta memahami ilmu-ilmu agama. Kedepannya, mereka diharapkan mampu menjadi ulama sekaligus pembimbing bagi umat, khususnya masyarakat Lombok Tengah. Semoga ini menjadi sebuah langkah untuk meraih masyarakat Kabupaten Lombok Tengah yang religius dan agamis yang mendatangkan keberkahan dari Allah, Sang Maha Pemberi Keberkahan.

 Amin Ya Rabbal Alamin.

#ZakatTumbuhBermanfaat

#SemestaKebajikanZakat

Posted by Humas BAZNAS Lombok Tengah

Please follow and like us:

Post Author: Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *