PEMBERDAYAAN EKONOMI BAZNAS LOMBOK TENGAH TERHADAP MASYARAKAT YANG KURANG MAMPU

Dua komisioner BAZNAS Lombok Tengah, TGH Fachruddin Lc dan HL Gde Artha, SH saat memberikan bantuan modal secara simbolik kepada para pelaku usaha kecil

Sebagai lembaga resmi negara yang mengelola zakat secara professional, BAZNAS Lombok Tengah bersinergi dengan pemerintah untuk menuntaskan masalah kemiskinan dengan melakukan pemberdayaan ekonomi. Dalam usaha memberdayakan masyarakat di bidang ekonomi, BAZNAS Lombok Tengah melakukannya melalui tiga tahap. Tahap pertama, yaitu memberikan bantuan  tambahan modal usaha sebesar Rp. 500.000 kepada pelaku usaha kecil (pedagang asongan dan bakulan) untuk mengembangkan usahanya. Dalam pemberian tambahan modal usaha ini, penerima zakat harus berkomitmen agar menyisihkan sebagian keuntungannya untuk diinfakkan. Hal tersebut bertujuan untuk melatih penerima zakat tersebut agar mempunyai jiwa untuk berbagi dengan sesama. 

Setelah berjalan setahun, BAZNAS Lombok Tengah mengadakan evaluasi terhadap usaha yang dijalankan oleh penerima zakat tersebut. Jika terdapat perkembangan, maka si penerima akan mendapatkan tambahan modal sebesar Rp. 1.000.000 (satu juta rupiah). Sama seperti sebelumnya, penerima zakat juga harus berkomitmen untuk menyisihkan sebagian keuntungannya untuk diinfakkan dan ditabung. Tujuannya adalah agar para penerima tersebut mempunyai simpanan uang yang bisa dipakai jika terdapat kebutuhan yang mendesak.

Memasuki tahun ketiga, BAZNAS Lombok Tengah kembali mengadakan penilaian dan evaluasi terhadap usaha yang dijalankan oleh penerima zakat tersebut. Jika mengalami perkembangan usaha yang signifikan, mereka akan  akan mendapatkan tambahan modal yang lebih besar lagi, yaitu Rp. 2.500.000, (dua juta lima ratus ribu). Pada tahap ini, para penerima zakat tersebut diwajibkan untuk berinfak, menabung dan bergabung dalam beberapa lembaga usaha, seperti koperasi syariah, Baitul Mal Wa Tamwil (BMT) dan lain-lain. Dengan program ini, mereka diharapkan mampu hidup secara mandiri dan mempunyai penghidupan ekonomi yang lebih baik dari sebelumnya. Bahkan, mereka yang awalnya sebagai mustahik (penerima), statusnya berubah menjadi muzakki (pemberi) dan pengayom bagi masyarakat sekitarnya.

#SemestaKebajikanZakat.

Posted by Humas BAZNAS Lombok Tengah

Please follow and like us:

Post Author: Baznas Lombok Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *