HASIL INDEKS ZAKAT NASIONAL (IZN) BAZNAS LOMBOK TENGAH

Untuk mengetahui perkembangan dan mengevaluasi pengelolaan zakat di Indonesia, Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI) meluncurkan sebuah indikator penilaian yang dikenal dengan istilah Indeks Zakat Nasional. Indikator ini memberikan gambaran  mengenai peran zakat dalam mengatasi kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan mustahik, dan menunjukkan tahap perkembangan institusi zakat dilihat dari internal kelembagaan, partisipasi masyarakat maupun dukungan pemerintah.

Berita tentang Hasil Indeks Zakat Nasional BAZNAS Lombok Tengah yang termuat dalam koran Radar Mandalika, Kamis, 30 Juli 2020

 Indeks Zakat Nasional (IZN) merupakan sebuah alat ukur yang dibangun dengan tujuan untuk mengevaluasi perkembangan kondisi perzakatan pada level agregat (nasional dan provinsi). IZN diharapkan mampu menjadi indikator yang dapat memberikan gambaran sejauh mana zakat telah berperan terhadap kesejahteraan mustahik, dan juga dapat menunjukkan pada tahap apa institusi zakat telah dibangun, baik secara internal kelembagaan, partisipasi masyarakat, maupun dari sisi dukungan yang diberikan pemerintah. IZN  diharapkan menjadi sebuah ukuran standar yang dapat dipakai oleh regulator, lembaga zakat, dan juga masyarakat dalam meng evaluasi perkembangan zakat secara nasional.

Penyusunan IZN dilakukan dengan menggunakan penelitian berbasis Mixed Methods (metode gabungan). Mixed Methods Research merupakan sebuah metodologi penelitian yang menggabungkan metode kualitatif (wawancara) dan metode kuantitatif (survei) dalam melibatkan proses mengumpulkan, menganalisis dan mengintegrasikan metode kuantitatif dan penelitian kualitatif. IZN ini juga dilakukan melalui mekanisme Focus Group Discussion yang melibatkan para pakar zakat yang berasal dari BAZNAS, Forum Zakat dan Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSNMUI), pakar ekonomi dari Bank Indonesia dan juga akademisi dalam bidang ekonomi Islam.

Menurut buku laporan yang dikeluarkan oleh Puskas (Pusat Kajian Strategis) BAZNAS RI yang memuat kinerja seluruh BAZNAS se-Indonesia tahun 2019, hasil IZN BAZNAS Lombok Tengah untuk kinerja tahun 2019 adalah sebesar 0,74 (Baik). Nilai IZN tersebut didapatkan dari pembobotan dua dimensi, yaitu dimensi mikro dan dimensi makro.

Secara umum, nilai dari dimensi makro adalah 0,63 (Baik). Adapun dimensi makro disusun dari tiga indikator yaitu regulasi, dukungan APBD dan database lembaga zakat. Untuk indikator regulasi daerah, BAZNAS Lombok Tengah mendapatkan nilai 1,00 (Sangat Baik) yang berarti bahwa pemerintah daerah telah mengeluarkan regulasi terkait zakat. Pemerintah daerah juga telah memberikan bantuan anggaran yang dapat digunakan sebagai biaya operasional BAZNAS Lombok Tengah. Nilai indikator dukungan APBD yang sebesar 0,25 (Kurang Baik) yang berarti sekurang-kurangnya 20% biaya operasional BAZNAS Lombok Tengah dapat dipenuhi dengan anggaran tersebut.

Indikator selanjutnya adalah database di mana BAZNAS Lombok Tengah telah mendapatkan nilai 0,75 (Baik). Indikator ini disusun dari tiga variabel yaitu jumlah lembaga zakat resmi, muzakki dan mustahik, rasio jumlah muzaki individu terhadap rumah tangga di tingkat kabupaten dan rasio jumlah muzaki badan usaha terhadap jumlah badan usaha di tingkat kabupaten. Nilai dari variabel jumlah lembaga zakat resmi, muzaki dan mustahik sebesar 0,50 yang berarti BAZNAS Lombok Tengah sekurang-kurangnya telah memiliki 2 dari database jumlah lembaga zakat resmi, jumlah muzakki, jumlah mustahik dan peta persebarannya.

 Variabel kedua yang membentuk indikator database adalah rasio jumlah muzaki individu terhadap rumah tangga muslim. Variabel ini memiliki nilai 0,75 yang berarti rasio antara jumlah muzakki dan rumah tangga muslim ada di antara 7%-10%. Variabel terakhir adalah rasio jumlah muzaki badan usaha terhadap badan usaha di BAZNAS Lombok Tengah. Nilai 1,00 menunjukkan bahwa persentase jumlah badan usaha yang terdaftar sebagai muzakki di BAZNAS Lombok Tengah lebih dari 4,00%.

Dalam hal ini, Pusat Kajian Strategis BAZNAS RI memberikan nilai dimensi mikro atas kinerja BAZNAS Lombok Tengah adalah sebesar 0,82 (Sangat Baik). Dalam hal ini, dimensi mikro dibentuk dari dua indicator, yaitu indikator kelembagaan dan indikator dampak yang diberikan oleh zakat.

Dalam hal ini, nilai indeks kelembagaan BAZNAS Lombok Tengah sebesar 0,95 (Sangat Baik). Indikator ini dibentuk dari empat variabel yaitu penghimpunan, pengelolaan, penyaluran dan pelaporan. Variabel pertama, yaitu penghimpunan mendapatkan nilai sebesar 1,00 yang berarti pertumbuhan penghimpunan lebih dari 20%. Variabel kedua yaitu pengelolaan mendapatkan nilai 0,75 karena BAZNAS Lombok Tengah sekurang-kurangnya telah memiliki 3 dari SOP pengelolaan zakat, rencana strategis, sertifikasi ISOmanajemen mutu dan program kerja tahunan.

Pada variabel penyaluran, nilai yang diperoleh adalah sebesar 1,00. Hal ini disebabkan karena proses penyaluran yang diukur dengan menggunakan ACR sudah di atas 90%. Selain itu, juga terdapat alokasi penyaluran untuk bidang dakwah. Proses rencana hingga realisasi penyaluran zakat produktif maupun sosial juga sudah relatif cepat. Variabel terakhir, yaitu pelaporan, BAZNAS Lombok Tengah juga mendapatkan nilai 1,00 yang menunjukkan bahwa laporan keuangan yang dimiliki telah dipublikasi, teraudit dengan opini WTP serta sudah dilakukan audit syariah.

Nilai indikator kedua pembentuk dimensi mikro adalah dampak zakat yaitu sebesar 0,74 (Baik). Indikator kedua ini dibentuk dari tiga variabel yaitu Indeks Kesejahteraan CIBEST, modifikasi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Kemandirian. Nilai Indeks Kesejahteraan CIBEST yang diperoleh oleh BAZNAS Lombok Tengah sudah sangat baik yaitu 1,00 yang berarti lebih dari 80% sampel mustahik telah berada dalam kuadran 1 atau dengan kata lain telah kaya secara spiritual dan material. Pada variabel modifikasi IPM, nilai yang diperoleh sebesar 0,50 yang berarti terdapat dampak yang cukup baik dilihat dari sisi pendidikan dan kesehatan mustahik. Adapun dalam variabel kemandirian, nilai yang diperoleh BAZNAS Lombok Tengah adalah sebesar 0,69. Nilai ini menunjukkan bahwa rata-rata sampel mustahik hanya memiliki salah satu dari pekerjaan tetap atau usaha.

Special Thanks For Radar Mandalika For Publishing This News In Its Headline.

Disusun oleh Humas BAZNAS Lombok Tengah.

Please follow and like us:

Post Author: Baznas Lombok Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *